Tender di Kominfo Disetir oleh Partai Politik?
JAKARTA - Kementerian Kominfo (Kemenkominfo) sedang digoyang surat kaleng yang menyebutkan sejumlah tender yang disetir oleh salah satu partai politik. Ini setelah ditunjukan salah satu pejabat berinsial AS, yang disebut-sebut sebagai ‘tangan kanan’ parpol tertentu.
Dalam surat kaleng yang mengatasnamakan Komunitas Informatika Indonesia menyebutkan, masalah diawali dari penggunaan anggaran BP3TI yang mempunyai hak untuk mengelola penggunaan anggaran Negara (APBN/PNBP) dari pendapatan USO Telekomunikasi Depkominfo yang besarnya hampir Rp12 triliun untuk di realisasikan dalam bentuk peningkatan fasilitas dan infrastruktur Universal Service Obligation kepada masyarakat (USO).
Dalam prakteknya program tersebut dibentuk dalam Projek/tender di BT3TI Depkominfo, namun sayangnya tender-tender ini sudah diatur oleh oknum dari parpol, team pelaksana parpol, Team Panitia (baik dari spesifikasi teknis, tata cara, dan pemenang tender).
“Para Dewan adalah penentu segalanya dalam tender-tender di Kominfo khususnya H. Biasanya untuk pelaksanaanya melimpahkan wewenang ini kepada AS, salah satu pejabat di Kemenkominfo,” terang isi surat tersebut, seperti dikutip melalui keterangannya, Senin (28/11/2011).
Dan Pada 2011 ini, oknum dari parpol tersebut meningkatkan kontrol dan pengawasan pelaksanaan tender di departemen ini dengan terlibat langsung di dalamnya. Bahkan tidak sungkan-sungkan tim pelaksana beliau melakukan negosiasi langsung dengan peserta yang akan dimenangkan.
Seluruh pelaksanaan tender di departemen BP3TI Depkominfo dikontrol penuh oleh saudara AS dan dibantu beberapa orang pelaksana seperti saudara S dan saudara T (khusus untuk negosiasi komitmen).
S ini mempunyai dua staf yaitu, AK dan AR. Mereka-mereka inilah yang bertugas untuk berkoordinir dengan panitia tender untuk mengatur spek teknis yang dipakai dan tim penilainya, karena ada konsultan informal juga yang diundang, biar seolah-olah ada tim independennya.
“Terkadang Team konsultan Informal inilah yang mengatur kuncian-kuncian teknis dalam tender.
Contoh Jelas dalam tender NIX 2011 terdapat Banyak Kuncian-kuncian spesifikasi teknis yang mengarah ke satu vendor atau operator. Hal ini dapat terlihat jelas dari Lembaran Usulan Teknis (LUT) RKS tender,” sebut surat tersebut.
Sebenarnya hal ini dapat dihindari karena jika panitia tender mau mendengar masukan-masukan dari peserta tender (email) namun hal ini memang sudah direncanakan maka tetap diteruskan saja walaupun semua peserta sudah memprotes hal itu.
Tender NIX 2011 ini juga banyak menyalahi aturan-aturan yang ada, mulai dari aanwijing, klarifikasi dokumen, sampai jadwal yang tidak sesuai. Banyak sekali hal-hal yang dilanggar oleh Panitia hanya karena untuk memenangkan segelintir Calon Pemenang yang sudah ditentukan dan mengabaikan azas keadilan dan kesamaan.
Dalam Tender MPLIK, PLIK, dan NIX-1 tahun 2010 juga mengalami hal yang serupa, namun di tahun 2011 ini sangat terlihat sekali kecurangan-kecurangan yang disengaja dari setiap team yang terlibat didalamnya.
“Kecurangan ini semua terjadi dikarenakan adanya money politik yang terjadi untuk kepentingan Partai maupun pribadi dalam bentuk komitmen-komitmen antara Calon pemenang Tender dengan Anggota Dewan Partai. Dan ada sejumlah uang yang sudah di terima oleh Team Partai dari vendor/principal perangkat keras maupun lunak sekitar 20 persen sampai 30 persen dari total pembellian dari setiap Vendor,” tandas surat kaleng itu.
Sampai saat ini, Kepala Humas dan Informasi Kominfo Gatot S Dewabroto masih belum bisa dihubungi. Saat okezone melakukan kontak, Gatot sedang mengikuti shooting talk show salah satu televisi. (tyo)