Home » Gadget Terbaru » “Konten Harus Kreatif Selain SMS Premium”

“Konten Harus Kreatif Selain SMS Premium”

VIVAnews – Berlakunya peraturan mengenai Moratorium SMS Premium menjadikan industri konten sulit berkembang. Sebagian pelaku industri ini pun kemudian banyak yang ‘lari’ ke luar negeri agar bisa terus berkembang.

Selain ke luar negeri, pelaku industri konten sms ini pun banyak yang beralih ke konten data. Namun, saat ini belum ada aturan yang jelas mengenai industri konten ini, dan masih dalam tahap revisi.

Industri konten merupakan bagian dari industri kreatif, yang penuh dengan inovasi. Karena itu revisi aturan yang dibuat dinilai tidak perlu mengatur mengenai kreativitas konten.

“Konten adalah produk kreatif. Yang penting revisi tidak mengatur jenis konten, cara pembayarannya saja yang diatur,” kata technopreneur yang juga Chairman Mobile Monday, Andy Zain, dalam diskusi Telkomsel Celluler Update di Kuningan Suite, Jakarta Selatan, Selasa 27 Maret 2012.

Menurut Andy, akan berbahaya jika revisi aturan juga mengatur jenis konten. “Jangan sampai aturan yang dibikin mematikan kreativitas. Itu bisa memastikan industri,” ucap Andy.

Andy mengatakan yang harus dilakukan untuk mengembangkan industri ini adalah dukungan dari pemerintah. Sehingga industri konten bisa mengembangkan inovasi baru.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa industri kreatif harus dikembangkan di luar SMS Premium, mengingat potensinya masih banyak, antara lain game dan musik. “Misalnya bikin saluran RBT yang baru dan kembangkan bisnis model ini,” katanya.

Ia menekekankan bahwa di Indonesia saat ini yang disebut industri kreatif masih sebatas SMS premium dan RBT. “Masih ada hal lain yang digali, yakni music streaming, video view maupun premium. Yang diributin SMS premium terus,” katanya.

Ia berharap industri kreatif di Indonesia dapat ditumbuhkan lagi. Di Indonesia pendapatan operator dari VAS masih antara 3 sampai 4 persen  sedangkan di luar negeri seperti Jepang atau Eropa pendapatan dari bisnis konten bisa sampai 40 persen. (eh)

 

• VIVAnews