Home » Gadget Terbaru » Keuangan AMD Baik, Industri PC Masih ‘Hidup’

Keuangan AMD Baik, Industri PC Masih ‘Hidup’

VIVAnews – Pembuat chip Advanced Micro Devices (AMD) memperkiraan pendapatan mereka lebih besar dari yang mereka prediksi. Ini sekaligus menjadi sinyal membaiknya permintaan di pasar PC, dari yang siap diantisipasi.

Keadaan ekonomi di Eropa yang goyah dan pemulihan ekonomi di Amerika Serikat; naiknya minat terhadap tablet; serta turunnya pasar hard drive karena banjir di Thailand tahun lalu. Tiga hal itu memang sangat mempengaruhi industri PC.

“Ada jumlah kuartal pertama yang baik dan petunjuk adanya kuartal kedua yang juga, itu memperlihatkan kembalinya PC. Seperti hard drive, yang menjadi lebih tersedia,” kata analis MKM Partners, Daniel Berenbaum, seperti dikutip dari laman Reuters.

Produsen chip lain yang menawarkan hasil yang beragam, namun tetap menunjukkan sebuah pemulihan hasil penjualan, kekhawatiran terhadap ekonomi, dan pemangkasan inventarisasi tahun lalu.

AMD kini menghadapi persaingan kuat dengan Intel yang mulai mengirimkan chip PC super mereka yang mempunyai kode nama Ivy Bridge, dan membangun penjualan baru-baru ini dengan meluncurkan platform server Romley.

AMD, perusahaan yang berbasis di Sunnyvale, California, ini juga telah meluncurkan prosesor baru milik mereka sendiri. AMD juga mengangkat CEO Rory Read, yang berjanji untuk memperbaiki masalah eksekusi.

Beberapa waktu lalu keuntungan industri PC tercatat masih hidup, meski tidak signifikan. Berdasarkan catatan perusahaan riset Gartner, pengiriman PC global pada kuartal pertama tumbuh 1,9 persen dari tahun ke tahun. Itu lebih baik dari perkiraan penurunan 1,2 persen dalam pengiriman PC, akibat banjir Thailand.

“Situasi susah di masa lalu telah cukup dirasakan semua orang di industri ini, dengan yang menyisakan harga lebih tinggi residu yang sudah beredar di pasar,” Kata CEO AMD, Rory Read, kepada analis dalam sebuah konferensi.

Fluktuasi

Pasca PHK besar tahun lalu dan perjanjian yang lebih fleksibel manufaktur wafer (bahan pembuat chip) GlobalFoundries, saham AMD telah melonjak 44 persen sepanjang tahun ini. Ini lebih besar dari kenaikan Intel yang hanya 14 persen.

Pada bulan Maret, AMD membuang saham pekemilikannya di GlobalFoundries, tiga tahun setelah perluasan perusahaan yang membuat sebagian besar chip komputer.

Sebagai bagian dari kesepakatan, AMD setuju untuk melakukan pembayaran US$ 425 juta untuk GlobalFoundries, yang menyebabkan denda US$ 703 juta, yang mendorong AMD dalam sebuah kerugian pada kuartal pertama.

Pada bulan Maret, AMD juga menyelesaikan US$ 334 juta akuisisi dari SeaMicro Inc untuk membangun pijakan yang lebih kecil, server komputer berdaya rendah, area potensi dari pertumbuhan sebagai perluasan layanan Internet dan upaya perusahaan untuk menghemat tagihan listrik.

AMD mencatat pendapatan kuartal pertama dari US$ 1,59 milyar, turun dari US$ 1,61 milyar pada periode tahun lalu. Diperkirakan pendapatan pada kuartal kedua akan naik 3 persen dari kuartal sebelumnya, kurang lebih 3 poin persentase.

Para analis mengharapkan AMD untuk menempatkan US$ 1,56 milyar pendapatan untuk kuartal pertama dan US$ 1,50 milyar untuk kuartal saat ini, sebuah kenaikan berurutan dari 2 persen.

Pada periode tahun lalu, AMD mengalami kerugian bersih sebesar USD 590 juta atau 80 sen per saham, dibandingkan dengan laba bersih sebesar USD 510 juta atau 68 sen per saham. Disesuaikan laba adalah 12 sen per saham, mengalahkan ekspektasi dari 9 sen .

Saham AMD naik 1,63 persen dalam perdagangan yang diperpanjang setelah ditutup pada US$ 7,97. (adi)