Home » Lain-lain » Ilmuwan Temukan ‘Karya Seni’ Tertua di Inggris

Ilmuwan Temukan ‘Karya Seni’ Tertua di Inggris

Topik »
UFO
samsung
luar angkasa
more…

Getting Time…

TECHNO » Science

Ilmuwan Temukan ‘Karya Seni’ Tertua di Inggris

Ahmad Taufiqurrakhman – Okezone

Jum’at, 29 Juli 2011 06:03 wib



detail berita

Ilustrasi (gambar: artage.org)

LONDON – Seorang arkeolog dari Bristol University telah menemukan sebuah lukisan gua yang mungkin merupakan karya seni tertua di Inggris.

Lukisan yang ditemukan oleh arkeolog tersebut sudah agak sulit dilihat dengan mata. Diperkirakan usia lukisan tersebut adalah 14 ribu tahun, yang mana saat itu merupakan Jaman Es. Demikian seperti yang dikutip dari This Is Bristol, Jumat (29/7/2011).

14 ribu tahun yang lalu sebagaian wilayah Inggris masih tertutupi lapisan es tebal, yang membuat jarak dua mil di luar wilayah situs penemuan tidak bisa ditinggali.

Penemuan lukisan tersebut dilakukan oleh Dr George Nash dari Archaelogy and Anthropology Bristol University ketika melakukan kunjungan di Gower Peninsula, dekat Swansea, September tahun lalu. Dr Nash sendiri sebelumnya telah beberapa kali mengunjungi kompleks gua tersebut selama lebih dari 20 tahun, tapi belum menyadari adanya lukisan gua tersebut.

“Adalah saat yang aneh ketika saya menemukannya, semua dalam kondisi yang pas juga dengan alat yang pas. Ketika para murid kembali ke bus, saya memutuskan untuk tinggal sebentar, sehingga menyadari adanya lukisan di dinding gua. Saya sendiri saat itu seperti tidak percaya dengan yang dilihat,” ujar Nash.

“Meskipun karakteristik tulisannya sama dengan lukisan serupa yang ditemukan di banyak gua wilayah Eropa utara 4 ribu sampai 5 ribu tahun kemudian, penemuan alat-alat pemantik api/batu api di gua pada tahun 50-an bisa dijadikan alat bantu penentu usia lukisan gua tersebut,” tambahnya.

Dijelaskan oleh Nash bahwa Cambridge University pada tahun 50-an berhasil menemukan 300-400 batu api/alat pemantik api yang berusia sekira 12 ribu sampai 14 ribu tahun sebelum masehi.

Penemuan Dr Nash ini telah diumumkan secara resmi serta diverfikasi oleh para ahli di Oxford dan universitas di Durham.
(ATA)