Comments Off

Fujitsu : 12 Tren Teknologi yang Mengubah Dunia

JAKARTA - Tidak bisa dipungkiri, makin hari terlihat bahwa teknologi semakin menyatu dengan kehidupan banyak orang. Berkaitan dengan tren teknologi yang makin mempengaruhi kehidupan itu, Global Chief Technology Community Fujitsu memprediksi ada 12 tren teknologi yang akan mengubah dunia.

Presiden Direktur Fujitsu Indonesia Achmad S. Sofwan berpendapat, tren teknologi tersebut akan jadi pertimbangan Fujitsu untuk mengubah strategi ke depannya. Apa sajakah tren teknologi tersebut?

Berikut okezone cantumkan prediksi Fujitsu, seperti yang diterangkan Achmad, di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (14/2/2012).

1. Real-time Insight
Menyatunya dunia digital dan dunia fisik. Dunia fisik adalah tempat kita hidup sekarang, sedangkan dunia digital adalah internet yang memiliki kekayaan informasi. Kedua dunia itu semakin tersinkronisasi sehingga bisa mengantarkan wawasan baru yang berbasis data berkepatan tinggi (real time).

“Efeknya, pengambilan keputusan jadi dilakukan dengan lebih cepat. Misalnya untuk mengambil keputusan kita jadi mengandalkan komputer, seperti penggunaan auto pilot kalau di pesawat,” terangnya.

2. Bisnis tanpa batas
Melalui cloud, pelaku bisnis jadi bisa menggunakan layanan teknologi secara langsung, tanpa perlu menunggu waktu lama dan mengeluarkan investasi tunai yang besar. Batasan-batasan yang menghambat bisnis tradisional (lokasi, organisasi, bahasa atau teknologi) akan hilang.

“Beberapa perusahaan memakai salesforce.com untuk customer relationship. Itu berbasis cloud dan perusahaan tidak perlu membeli aplikasinya. Nah data pelanggan yang ingin di-approve dikumpulkan di sini, kemudian dikirimkan untuk persetujuan. Ini yang disebutkan bisnis bisa berjalan tanpa aplikasi, melalui cloud,” tandasnya

Implikasi keadaan ini, menurutnya, “Dalam jangka waktu ke depan orang akan berpikir cloud sebagai prioritas pertama. Dan bisa saja terjadi dalam 10-15 tahun mendatang perusahaan penyedia teknologi jadi penyedia digital.”

3. Human centric
Komputasi akan berpusat pada manusia. Kemajuan di bidang teknologi diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

Achmad mencontohkan human centric ini dengan keadaan di Jepang.  Dia  menceritakan, “Di Jepang, toilet dipasangi sensor sehingga ketika buang air besar akan langsung dianalisa kondisi kesehatannya. Ada juga cloud agriculture, yang bisa menganalisa tanah dan memberi tahu kapan waktu terbaik untuk menanam. Ini semua adalah teknologi yang berpusat pada manusia.”

Selanjutnya yang menjadi dampak teknologi tersebut, menurutnya, privasi bukan lagi default pertimbangan utama. Ini disebabkan perangkat digunakan seseorang akan tahu lebih banyak tentang diri kita melalui jejak digital. Misalnya bila pengguna perangkat sering memesan Bakmi GM lewat perangkatnya, maka secara otomatis perangkatnya merekam kebiasaan itu.

4. Informasi akan lebih utama ketimbang teknologi
Informasi akan jadi hal yang lebih utama ketimbang teknologi. Selanjutnya, informasinlah yang akan jadi pendorong  gerak kita. Jumlah informasi yang begitu banyak tersebut membuat pengambilan keputusan akan lebih baik karena lebih banyak data.

“Efeknya, kinerja perusahaan akan digerakkan oleh informasi. Karena informasi sudah ada di mana-mana, kompetitor pun lebih mengetahui pelanggan dibandingkan kita. Sekarang tinggal bagaimana memanfaatkannya,” terang.

5. Connected device
Semua perangkat akan terhubung. Achmad mencontohkan, kalau di Jepang, vending machine sudah terkoneksi jadi bila ada yang membeli atau kehabisan akan langsung diketahui dan otomatis dikirim.

Menurut Achmad, “Efeknya bisa bermanfaat atau berbahaya, karena hidup bergantung sepenuhnya pada informasi. Kalau informasinya putus, kita jadi tidak tahu mau ngapain. Misalnya kita biasa menggunakan GPS yang memandu harus bergerak ke mana untuk mencapai tujuan. Kalau suatu saat tidak ada GPS, jadi tidak tahu harus ke mana.”

6. Lokasi perdagangan
Saat ini, orang yang ingin berdagang tidak lagi harus membuka buka kios di Mangga Dua. Orang cukup menawarkan dagangannya lewat Facebook atau jejaring sosial, dan dia sudah bisa berjualan.

“Implikasinya adalah market yang akan mendefinisikan layanan dan kualitasnya. Para provider yang harus berlomba meningkatkan kualitas dan penawaran untuk pelanggan. Hubungan bisnis akan jadi lebih dinamis,” terangnya.

7. Membawa dari luar ke dalam
Organisasi akan lebih melihat ke luar ketimbang ke dalam. Sekarang ini, perusahaan harus mengontrol bagina luarnya. Contohnya, “Pegawai sebuah perusahaan mempunyai twitter untuk memantau pelanggan. Ketika keluar, pelanggan-pelanggannya ikut dibawa oleh pegawai itu.”

“Karena itu kita harus kontrol outside juga ketimbang hanya melihat inside,” tandas Achmad.

8. Satu pilihan untuk semua
Achmad  menngibaratkan kondisi ini dengan membeli celana jjins. ketika seseorang membeli celana jins, ukurannya ada 30, 29 atau 28. Ukuran itu terbatas. Tapi, bila ingin dibuat variasi seperti akan ada ukuran 29,5; 30,5; atau 28,5; akan membuat ongkos produksi jadi terlalu besar. Untuk mengatasi itu munculah satu pilihan yang bisa digunakan untuk semua.

“Pilihan harus dibuat lebih banyak. Untuk bisa survive. Dia harus memberi pilihan yang cukup banyak untuk pelanggannya. Efeknya, standaridasi akan berarti menciptakan lingkungan yang dinamis, tidak statis, terangya.

9. Social working
Media sosial akan menjadi sarana utama untuk melakukan kolaborasi, dan batas-batas antara pelanggan dan pemasok akan semakin samar.

10. Crowding out
Dalam kepegawaian dikenal istilah out sourcing. Menurut Achmad, selanjutnya istilah ini akan berkembang menjadi akan crowd sourcing.

“Misalnya kalau ada proyek, orang bisa mencari pegawainya lewat website seperti LinkedIn. Tinggal dicari saja sesuai kriteria, tidak perlu pegawai tetap. Istilahnya jadi crowd sourcing, menyaring pegawai lewat kumpulan orang,” tambahnya.

11. Mengubah bentuk orgsanisasi
Dengan adanya kemudahan mendapatkan orang dan kebutuhan IT, bentuk organisasi perusahaan akan berubah. Achmad  menjelaskan, “Dengan mudahnya mendapatkan IT lewat cloud bisa saja menghilangkan bagian IT department, karena keperluan software, atau server bisa diperoleh lewat cloud.”

12. Mobilitas semakin alamiah
Dalam konteks teknologi, kata ‘mobile‘ akan kehilangan maknanya, karena sudah dianggap sebagai sesuatu yang lazim. Selanjutnya PC dan aplikasi berbasis PC akan menjadi sesuatu yang kuno.

“PC akan jadi sejenis dinosaurus nantinya,” kata Achmad. (tyo)

Filed in: Gadget Terbaru Tags: , , , , ,

Related Posts

Bookmark and Promote!

© 2014 Teknologi Terkini. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Proudly designed by Theme Junkie.