Comments Off

Augmented Reality dan Media Sosial

Penulis: Senja Lazuardy*

KOMPAS.com – Tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya mengenai apa itu teknologi Augmented Reality (AR). Teknologi AR sebenarnya merupakan hal yang telah umum saat ini, baik di bidang informasi, branding, edukasi, dan sosial media.

Prinsipnya mudah, dengan mengarahkan gambar atau foto (tracking) ke arah kamera, gambar, atau foto dua dimensi (2D) tersebut dapat berubah menjadi gambar tiga dimensi (3D) atau video. Tracking tidak selalu harus gambar atau foto 2D, kini kita dapat melakukan tracking pada wajah manusia, maupun obyek real lainnya.

Dalam dunia sosial media, Indonesia tercatat sebagai pengguna sosial media terbanyak di dunia. Wakil Atase Pers Kedubes AS Philip Roskamp mengungkapkan, pengguna Facebook di Indonesia masuk pada peringkat dua di dunia, sedangkan pengguna Twitter di Indonesia masuk pada peringkat tiga di dunia.

Sosial media tidak sekedar menyediakan fasilitas sharing dan sekedar chatting. Namun, juga memiliki nilai tambah sebagai penyedia konten informasi. Informasi yang diterima melalui sosial media bersifat real-time, hal ini menjadi kekuatan sosial media sebagai penyedia konten informasi.

Teknologi AR dapat diaplikasikan dalam sosial media. Dengan mengaplikasikan teknologi AR pada sosial media, maka fitur-fitur dalam sosial media dapat diakses dengan lebih interaktif dan memiliki nilai tambah hiburan dan informasi, sebagai nilai tambah dari kekuatan real-time. Terlebih lagi sosial media saat ini tidak hanya dapat diakses melalui komputer atau laptop saja, tapi juga dapat diakses melalui telepon genggam maupun perangkat mobile.

Augmented Reality (1)

Salah satu kelebihannya jika kita menggunakan perangkat mobile untuk mengakses sosial media berbasis AR adalah interaktivitasnya. Kita dapat menemukan posisi di mana teman kita berada dengan menggunakan sistem located based Global Positioning System (GPS) yang terintegrasi dengan kamera, dan dapat sekaligus mendapatkan informasi pribadi mengenai teman kita.

Bahkan jika diperlukan dapat juga melakukan video-call secara langsung melalui satu layar kamera. Dengan ini, kita tidak hanya mendapatkan informasi berbentuk tulisan, namun juga dalam bentuk gambar, lagu, video, lokasi, dan semuanya dilakukan secara real-time melalui hanya sebuah aplikasi!

Bayangkan betapa kaya interaksi yang dapat dilakukan di dalam aplikasi sosial media dan AR ini.

Selain itu, fitur dalam sosial media yang dapat diaplikasikan menggunakan teknologi AR adalah video conference dan games. Dalam video conference, pengguna cukup mengarahkan wajah pada kamera atau webcam, lalu pada layar akan muncul avatar dengan wajah kita.

Fitur avatar seperti jenis dan warna pakaian pun dapat diubah sendiri oleh pengguna sehingga ada nilai tambah dari sekedar berbicara melalui video conference tersebut. Anda dapat mengubah rambut, pakaian yang dikenakan, maupun aksesoris yang digunakan, melalui video conference.

Menyenangkan bukan?

Meskipun penggunaannya masih minim di dunia global, perkembangan sosial media berbasis AR di masa depan akan jauh lebih banyak digunakan. Seiring dengan meningkatnya pengguna sosial media, pasti penggunaan basis teknologi AR pun akan bertambah.

Augmented Reality (2)

Melihat dewasa ini di mana sosial media tumbuh semakin subur, diprediksi perkembangan teknologi AR pada sosial media pun akan meningkat. Pada tanggal 15-16 Juni 2012 akan digelar acara augmented reality pertama di Asia yaitu ARTX 2012 (Augmented Reality and Technology Xperience). Lihat dan rasakan pengalaman augmented reality pada sosial media dalam event akbar ini!

senjalazuardy
*Penulis, Senja Lazuardy, adalah Head of IT Division AR&Co Indonesia

Hadiri Augmented Reality & Technology Experience (ARTx) 2012, yang akan digelar di Kampus Anggrek, Universitas Bina Nusantara, 15-16 Juni 2012.

Filed in: Lain-lain Tags: , , ,

Related Posts

Bookmark and Promote!

© 2014 Teknologi Terkini. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Proudly designed by Theme Junkie.